Dalam upaya memperkuat sinergi industri manufaktur nasional, PT Barata Indonesia (Persero) BUMN produsen peralatan industri dan infrastruktur strategis dan Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di sela-sela pameran Inamarine 2025 di Jakarta (28/7).

Kerjasama ini difokuskan pada peningkatan kolaborasi di sektor maritim sekaligus mendorong substitusi impor komponen galangan kapal melalui optimalisasi kapabilitas manufaktur dalam negeri.

Penandatanganan MoU ini menjadi penegasan komitmen kedua belah pihak dalam memanfaatkan keunggulan Barata Indonesia, khususnya dalam produksi komponen kapal berkualitas tinggi seperti shaft bracket, rudder horn, valve, dan berbagai komponen maritim lainnya.

Barata Indonesia, melalui Divisi Foundry (Pengecoran) yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur, memiliki kapasitas produksi hingga 15.000 ton per tahun—skala yang mampu mendukung kebutuhan industri galangan kapal nasional, termasuk lebih dari 100 anggota IPERINDO di seluruh Indonesia.

Fasilitas pengecoran Barata Indonesia didukung teknologi terkini dan sistem mutu yang telah tersertifikasi oleh lembaga internasional terkemuka seperti RINA (Registro Italiano Navale), Lloyd’s Register, dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Sertifikasi ini menjadi bukti kemampuan Barata Indonesia memproduksi komponen industri galangan kapal sesuai standar internasional, sekaligus menjamin keandalan dan keamanan produk.

“Kolaborasi dengan IPERINDO merupakan langkah strategis untuk memperluas kontribusi manufaktur lokal di sektor maritim. Kami siap memperkuat rantai pasok komponen dalam negeri dengan kapasitas produksi besar dan kualitas yang telah teruji,” ujar Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero), Hertyoso Nursasongko.

Lebih lanjut, kemitraan ini diyakini akan mempercepat pemanfaatan produk lokal di sektor maritim. Dengan kemampuan produksi yang masif, Barata Indonesia diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor komponen serta meningkatkan daya saing industri galangan kapal nasional.

Melalui kerja sama ini, PT Barata Indonesia dan IPERINDO berkomitmen untuk: meningkatkan peran manufaktur lokal dalam rantai pasok industri maritim; mengurangi ketergantungan impor komponen kapal seperti shaft bracket dan rudder horn; serta memperkuat daya saing industri galangan kapal Indonesia melalui produk bersertifikasi internasional.



Tinggalkan Balasan