PT Barata Indonesia (Persero) menerima kunjungan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Gresik, 27/09/2025). Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, namun menjadi langkah sinergi dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional melalui keterlibatan aktif BUMN manufaktur dalam mendukung program pembangunan alutsista dan peralatan strategis.

Dalam agenda tersebut, rombongan Ditjen Pothan yang dipimpin oleh Laksma TNI Dr. Sri Yanto meninjau berbagai fasilitas produksi PT Barata Indonesia, mulai dari workshop permesinan berat, fabrikasi komponen energi, hingga lini produksi peralatan industri yang berpotensi diadaptasikan bagi kebutuhan pertahanan. Peninjauan ini memberikan gambaran langsung mengenai kapabilitas Barata Indonesia dalam hal rekayasa (engineering), teknologi manufaktur, serta kapasitas produksi yang mumpuni untuk mendukung pengembangan alutsista dalam negeri.

Direktur PT Barata Indonesia (Persero), Hertyoso Nursasongko menyampaikan bahwa perusahaan memiliki komitmen untuk memperluas kontribusi pada sektor pertahanan. “Kami siap bersinergi dengan Kementerian Pertahanan untuk mendukung kemandirian alutsista nasional, baik melalui pengembangan produk baru, transfer teknologi, maupun peningkatan kemampuan SDM industri,” ujarnya.

Kunjungan ini diakhiri dengan forum diskusi strategis yang membahas potensi kerja sama jangka panjang antara PT Barata Indonesia dan Ditjen Pothan. Beberapa poin penting yang mengemuka antara lain: Kolaborasi riset dan inovasi untuk mendukung kebutuhan alutsista berbasis teknologi nasional, Penguatan supply chain industri pertahanan dengan memanfaatkan jaringan manufaktur dalam negeri, Peningkatan kapasitas produksi guna memenuhi target pembangunan pertahanan jangka menengah dan panjang.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi PT Barata Indonesia dalam memperluas perannya pada sektor pertahanan, sekaligus memperkuat visi Kementerian Pertahanan dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.



Tinggalkan Balasan