Manajemen PT Barata Indonesia (Persero) melaksanakan kunjungan bisnis ke proyek Indocement di Citeureup, Bogor, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan pelanggan strategis sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama jangka panjang pada sektor industri semen. Hadir langsung dalam kunjungan tersebut Direktur PT Barata Indonesia (Persero), Hertyoso Nursasongko didampingi Kepala Divisi Pemasaran, Fauzan dan Kepala Divisi Industri Komponen & Permesinan, Harry Kurniawan.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Barata untuk melihat secara langsung kebutuhan operasional di lapangan, sekaligus mendiskusikan potensi pengembangan layanan yang mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Industri semen merupakan salah satu sektor yang menuntut tingkat keandalan peralatan yang tinggi, mengingat fasilitas produksi beroperasi secara kontinu selama 24 jam dengan tingkat utilisasi yang sangat tinggi. Kompleks pabrik Citeureup sendiri merupakan salah satu fasilitas produksi semen terbesar di Indonesia dan menjadi tulang punggung operasional Indocement.

Sebagai perusahaan manufaktur nasional yang memiliki kapabilitas terintegrasi mulai dari foundry, precision machining, fabrikasi, hingga engineering services, Barata memiliki pengalaman panjang dalam mendukung kebutuhan industri proses, termasuk industri semen. Kemampuan tersebut memungkinkan Perseroan menghadirkan solusi yang tidak hanya berfokus pada pengadaan komponen, tetapi juga pada peningkatan keandalan aset produksi pelanggan.

Sebelumnya Barata telah menyelesaikan beberapa pekerjaan dari Indocement diantaranya penggantian Kiln dan separator plant 12 Tarjun dan terbaru Konstruksi sipil dan mekanikal untuk Plan 8 Debottlenecking.

Melalui kunjungan ini, Barata mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi yang berpotensi menghasilkan recurring income, khususnya melalui layanan pemeliharaan berkala (maintenance), penyediaan suku cadang kritikal (critical spare parts), rekondisi komponen, reverse engineering, overhaul peralatan, serta dukungan teknis lainnya. Model bisnis berbasis layanan ini diharapkan mampu menciptakan hubungan kemitraan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi kedua belah pihak.



Tinggalkan Balasan