Fajar Harry SampurnoDirektur Utama

Pria Kelahiran Blitar 18 April 1966 ini menempuh pendidikan Strata 1 di Universitas Brawijaya, dan melanjutkan pendidikan Master Manajemen Teknologi di Monash University serta meraih gelar Doktor Industri Strategis di Universitas Iowa. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama Barata Indonesia, beliau mengisi beberapa jabatan penting dan strategis. Diantaranya Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Kementerian BUMN RI (2015- 2019).

Beliau juga pernah mengisi posisi penting di perusahaan BUMN. Diantaranya, Direktur Utama PT Industri Kapal Indonesia (Persero) pada 2011-2012, Direktur Utama PT DAHANA (Persero) pada 2012-2015. Serta mengisi posisi komisaris di beberapa perusahaan BUMN lain, yakni Komisaris di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada 2015 – 2016, PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk pada 2016- 2018 serta Komisaris PT Inalum (Persero) pada 2018

Sulistyo HandokoDirektur Pemasaran

Lahir di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 28 Februari 1969, Karir beliau berawal di Barata Indonesia dengan menjabat sebagai Staff Pustek pada tahun 1993 hingga tahun 1996. Pada  1997 beliau ditugaskan menjadi Design Engineer pada Departemen Pengembangan Teknologi.

Berkat keahlian beliau yang juga sempat menjabat sebagai Sales Engineer dan juga Estimator pada Pemasaran Produk Cor (Foundry) . Pada 2011 beliau ditugaskan memimpin di Bagian Enjiniring pada Divisi EPC. Di tahun 2015 bersama Divisi Konstruksi beliau menjabat sebagai Manajer Proyek. Beliau juga pernah menjabat sebagai Manajer Estimasi & Manajer Pemasaran Industri Pembangkit, pada 2017 beliau ditugaskan memimpin Biro Pengembangan Usaha serta GM  Divisi Oil and Gas (2019) sebelum akhirnya menjadi Direktur Pemasaran Barata Indonesia.

Rahman SadikinDirektur Keuangan dan SDM

Mengawali karir di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, sempat mengisi posisi sebagai Manajer Keuangan dan Human Capital Dept. Luar Negeri PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sejak 22 Agustus 2011. Beliau meraih Magister Manajemen dari Binus University pada tahun 2014 dan Gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Diponegoro, Semarang pada tahun 1996.

Kinerjanya terus menanjak membuat pria kelahiran 19 September 1970 ditunjuk menjadi Direktur Keuangan dan SDM PT Boma Bisma Indra (Persero)  pada tahun 2014. Setelah itu Pria kelahiran Cirebon tersebut  naik dan menjabat Direktur Utama PT Boma Bisma Indra (Persero) sejak  tahun 2016.

Setelah lima tahun berkipirah di PT BBI, Rahman ditugaskan oleh Kementerian BUMN untuk mengisi posisi Direktur Keuangan dan SDM PT Barata Indonesia (Persero).

Bobby Sumardiat AtmosudirjoDirektur Operasi

Sebelum menjabat sebagai Direksi Operasi PT Barata Indonesia (Persero), Bobby Sumardiat Atmosudirjo telah lama berkecimpung di dunia Industri. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) bidan Teknik Mesin tersebut tercatat menempati beberapa jabatan seperti Head of Health, Safety, and Environment PT Petrosea, Maintenance Manager PT Petrokimia Interindo, Deputy General Manager PT Petrosea hingga selanjutnya bergabung di PT Pindad (Persero) pada tahun 2014 menjabat sebagai Direktur Bisnis Produk Industrial. Dan Saat ini beliau dipercaya menjadi Direktur Operasi PT Barata Indonesia (Persero)

Taufik BawazierKomisaris Utama

Taufik Bawazier mengawali karirnya pada 1994 -2016 di Bappenas. DI Bappenas dalam rentang waktu 1994-2016, Pria Kelahiran Gresik 12 Maret 1969 ini mengisi berbagai macam posisi mulai dari staf, Kepala Divisi hingga Kasubdit di Bappenas. Pada 2016 – 2017 beliau juga sempat mengisi posisi Sesditjen IKTA Kemenperin yang kemudian dilanjutkan dengan jabatan Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin (2017-2019), sebelum akhirnya menjabat seagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin pada 2020.

Pada pertengahan 2020, beliau didapuk menjadi Komisaris Utama PT Barata Indonesia (Persero). Dipilihnya Bapak Taufik Bawazier sebagai Komisaris diharapkan mampu mendorong Barata Indonesia sebagai BUMN Industri Manufaktur yang ikut mengawal pembangunan industri manufaktur nasional

Triyogi YuwonoKomisaris

Triyogi Yuwono mengawali karirnya pada 1985 sebagai Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin FTI ITS – Surabaya hingga sekarang. Beliau juga termasuk dalam jajaran serta Staf Pengajar Program Pasca Sarjana, Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 1995 – sekarang. Namun dalam rentang waktu tersebut, pria asal Tulungagung tersebut menjabat posisi penting mulai dari, Koordinator Bidang Studi Konversi Energi, Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 1994–1996, Koordinator Bidang Keahlian Teknologi Energi, Program Pasca Sarjana-Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS 1995 – 1996, serta sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 1996– 1999 dan 1999-2003.

Pada 2003-2007 beliau menduduki jabatan sebagai Dekan Fakultas Teknologi Industri ITS yang kemudian beralih menjadi Kepala Laboratorium Mekanika Fluida dan Mesin- Mesin Fluida, Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 2008-2011. Selama tiga tahun tersebut beliau menduduki posisi sebagai sebagai Koordinator Bidang Keahlian Teknologi Energi, Program Pasca Sarjana- Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada 2008 – 2011, serta sebagai Koordinator Bidang Studi Konversi Energi, Jurusan Tek. Mesin FTI-ITS pada tahun 2008 – 2011. Sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Rektor ITS- Surabaya pada 2011-2015.
sebelum pa sebagai Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin FTI ITS – Surabaya hingga sekarang. Beliau juga termasuk dalam jajaran serta Staf Pengajar Program Pasca Sarjana, Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 1995 – sekarang. Namun dalam rentang waktu tersebut, pria asal Tulungagung tersebut menjabat posisi penting mulai dari, Koordinator Bidang Studi Konversi Energi, Jurusan Teknik  Mesin FTI-ITS pada tahun 1994–1996, Koordinator Bidang Keahlian Teknologi Energi, Program Pasca Sarjana-Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS 1995 – 1996, serta sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 1996– 1999 dan 1999-2003.

Pada 2003-2007 beliau menduduki jabatan sebagai Dekan Fakultas Teknologi Industri ITS yang kemudian beralih menjadi  Kepala Laboratorium Mekanika Fluida dan Mesin- Mesin Fluida, Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 2008-2011. Selama tiga tahun tersebut  beliau menduduki posisi sebagai sebagai Koordinator Bidang Keahlian Teknologi Energi, Program Pasca Sarjana- Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada 2008 – 2011, serta sebagai Koordinator Bidang Studi Konversi Energi, Jurusan Tek. Mesin FTI-ITS pada tahun 2008 – 2011. Sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Rektor ITS- Surabaya  pada 2011-2015.

Yervis M PakanKomisaris

Lahir di Rantepao, Toraja 29 September 1974, Yervis M Pakan mengawali karirnya sebagai Asisten Laboratorium Komputer STIK Jakarta (1998-2001) sebelum karirnya melesat dan menjabat sebagai Wakil Direktur PT Busan Arsi Perdana (2001-2006). Posisi penting pun terus di embannya ketia berhasil menjad Direktur CV Garuda pada 2012.

Kinerja di bidang korporasi yang mumpuni membuatnya dipilih menjadi Komisaris PT Industri Kapal Indonesia (Persero) (2015-2020) sebelum akhirnya menjadi Komisaris Independen Barata Indonesia pada pertengahan tahun 2020 sampai sekarang.

SudarsoKomisaris

Sebelum menjabat sebagai Komisaris di PT Barata Indonesia (Persero), Beliau mengawali karir sebagai  Pelaksana pada Kantor Tata Usaha Anggaran, Medan  hingga 1991, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pacitan hingga 2008. Kepala Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis, Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum hingga 2009. Kepala Bidang Supervisi KPPN dan Kepatuhan Internal, Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo hingga 2013 dan kemudian menjadi PLT. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo di tahun 2013. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Prov Sumatera Selatan hingga 2015, dan Direktur Sistem Perbendaharaan hingga 2018. Setelah periode tersebut, Pemegang Saham BUMN mempercayai beliau untuk juga menjadi Komisaris PT Barata Indonesia (Persero) guna memberikan masukan & pengawasan atas kinerja PT Barata Indonesia (Persero) dari tahun 2018 hingga sekarang.