Tjetjep Nirwan MDirektur Utama

Tjetjep Nirwan Mustofa mengawali karirnya sebagai Material Control dan Warehousing Manager pada 2005 di PT Rekayasa Industri ( Rekind). Kinerja yang semakin impresif membuat karirnya menanjak dan sempat mengisi beberapa jabatan penting di Rekind, mulai dari General Manager of Logistics Div ( 2008 – 2010), General Manager of Procurement Div ( 2010 – 2015 ) serta Business Development for Oil&Gas Projects ( 2015 – 2017).

Setelah itu, karir lulusan Institut Teknologi Bandung Jurusan Kimia itu, kian impresif setelah diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Marketing dari PT Puspetindo ( 2022 – 2023 ), sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Direktur Pemasaran PT Barata Indonesia ( Persero) serta diangkat menjadi Direktur Utama November 2023

Tjetjep Nirwan MDirektur Pemasaran

Tjetjep Nirwan Mustofa mengawali karirnya sebagai Material Control dan Warehousing Manager pada 2005 di PT Rekayasa Industri ( Rekind). Kinerja yang semakin impresif membuat karirnya menanjak dan sempat mengisi beberapa jabatan penting di Rekind, mulai dari General Manager of Logistics Div ( 2008 – 2010), General Manager of Procurement Div ( 2010 – 2015 ) serta Business Development for Oil&Gas Projects ( 2015 – 2017).

Setelah itu, karir lulusan Institut Teknologi Bandung Jurusan Kimia itu, kian impresif setelah diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Marketing dari PT Puspetindo ( 2022 – 2023 ), sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Direktur Pemasaran PT Barata Indonesia ( Persero) pada 2023

Bambang Joko SutartoDirektur Keuangan , SDM & Manajemen Risiko

Bambang Joko Sutarto, memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Yapis Papua pada tahun 2008 dan Magister Bisnis Admintrastion (MBA) di Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB Bandung pada tahun 2022.

Mengawali karirnya sebagai General Manager Akuntansi (2013-2017), Kepala Divisi Akuntansi & Keuangan (2018), Direktur Keuangan & SDM PT HK Realtindo (2018-2020),Executive Vice President/Kepala Satuan Pengawasan Intern PT Hutama Karya (Persero), Direktur PT Indah Karya (Persero) ,sebelum akhirnya saat ini menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Barata Indonesia ( Persero )

Hertyoso NursasongkoDirektur Operasi

Hertyoso Nursasongko mengawali karirnya sebagai engineering staff di PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia sejak 1997. Dalam rentang waktu 1997 – 2022, lulusan Universitas Indonesia Teknik Metalurgi itu menduduki berbagai jabatan penting seperti, Department Head in the Casting Engineering Division ( 2009 – 2011 ), Department Head of the Operation Management Consulting Division ( 2011 – 2012), Department Head of the Casting Production Manager ( 2013 – 2015),Division Head of Casting Production Division ( 2015- 2017 ), Division Head of Engine Plant Sunter Division ( 2017 – 2020 ), Division Head of After Sales Service Part Division ( 2019 – 2020 ), Division Head of Part Business Operation Division (PBOD) ( 2020 – 2022 ).

Setelah berkarir di PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Pria kelahiran jakarta tersebut menjabat sebagai Senior Executive Vice President di PT Boma Bisma Indra (Persero) ( 2022 ) dan Komisaris Utama PT Dok Perkapalan Surabaya (Persero) ( 2023 ), sebelum akhirnya ditunjuk menjadi Direktur Operasi PT Barata Indonesia ( Persero ) pada akhir 2023

Taufik BawazierKomisaris Utama

Taufik Bawazier mengawali karirnya pada 1994 -2016 di Bappenas. DI Bappenas dalam rentang waktu 1994-2016, Pria Kelahiran Gresik 12 Maret 1969 ini mengisi berbagai macam posisi mulai dari staf, Kepala Divisi hingga Kasubdit di Bappenas. Pada 2016 – 2017 beliau juga sempat mengisi posisi Sesditjen IKTA Kemenperin yang kemudian dilanjutkan dengan jabatan Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin (2017-2019), sebelum akhirnya menjabat seagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin pada 2020.

Pada pertengahan 2020, beliau didapuk menjadi Komisaris Utama PT Barata Indonesia (Persero). Dipilihnya Bapak Taufik Bawazier sebagai Komisaris diharapkan mampu mendorong Barata Indonesia sebagai BUMN Industri Manufaktur yang ikut mengawal pembangunan industri manufaktur nasional

Triyogi YuwonoKomisaris

Triyogi Yuwono mengawali karirnya pada 1985 sebagai Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin FTI ITS – Surabaya hingga sekarang. Beliau juga termasuk dalam jajaran serta Staf Pengajar Program Pasca Sarjana, Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 1995 – sekarang. Namun dalam rentang waktu tersebut, pria asal Tulungagung tersebut menjabat posisi penting mulai dari, Koordinator Bidang Studi Konversi Energi, Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 1994–1996, Koordinator Bidang Keahlian Teknologi Energi, Program Pasca Sarjana-Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS 1995 – 1996, serta sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 1996– 1999 dan 1999-2003.

Pada 2003-2007 beliau menduduki jabatan sebagai Dekan Fakultas Teknologi Industri ITS yang kemudian beralih menjadi Kepala Laboratorium Mekanika Fluida dan Mesin- Mesin Fluida, Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 2008-2011. Selama tiga tahun tersebut beliau menduduki posisi sebagai sebagai Koordinator Bidang Keahlian Teknologi Energi, Program Pasca Sarjana- Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada 2008 – 2011, serta sebagai Koordinator Bidang Studi Konversi Energi, Jurusan Tek. Mesin FTI-ITS pada tahun 2008 – 2011. Sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Rektor ITS- Surabaya pada 2011-2015.
sebelum pa sebagai Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin FTI ITS – Surabaya hingga sekarang. Beliau juga termasuk dalam jajaran serta Staf Pengajar Program Pasca Sarjana, Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 1995 – sekarang. Namun dalam rentang waktu tersebut, pria asal Tulungagung tersebut menjabat posisi penting mulai dari, Koordinator Bidang Studi Konversi Energi, Jurusan Teknik  Mesin FTI-ITS pada tahun 1994–1996, Koordinator Bidang Keahlian Teknologi Energi, Program Pasca Sarjana-Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS 1995 – 1996, serta sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 1996– 1999 dan 1999-2003.

Pada 2003-2007 beliau menduduki jabatan sebagai Dekan Fakultas Teknologi Industri ITS yang kemudian beralih menjadi  Kepala Laboratorium Mekanika Fluida dan Mesin- Mesin Fluida, Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada tahun 2008-2011. Selama tiga tahun tersebut  beliau menduduki posisi sebagai sebagai Koordinator Bidang Keahlian Teknologi Energi, Program Pasca Sarjana- Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS pada 2008 – 2011, serta sebagai Koordinator Bidang Studi Konversi Energi, Jurusan Tek. Mesin FTI-ITS pada tahun 2008 – 2011. Sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Rektor ITS- Surabaya  pada 2011-2015.

Yervis M PakanKomisaris

Lahir di Rantepao, Toraja 29 September 1974, Yervis M Pakan mengawali karirnya sebagai Asisten Laboratorium Komputer STIK Jakarta (1998-2001) sebelum karirnya melesat dan menjabat sebagai Wakil Direktur PT Busan Arsi Perdana (2001-2006). Posisi penting pun terus di embannya ketia berhasil menjad Direktur CV Garuda pada 2012.

Kinerja di bidang korporasi yang mumpuni membuatnya dipilih menjadi Komisaris PT Industri Kapal Indonesia (Persero) (2015-2020) sebelum akhirnya menjadi Komisaris Independen Barata Indonesia pada pertengahan tahun 2020 sampai sekarang.

SudarsoKomisaris

Sebelum menjabat sebagai Komisaris di PT Barata Indonesia (Persero), Beliau mengawali karir sebagai  Pelaksana pada Kantor Tata Usaha Anggaran, Medan  hingga 1991, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pacitan hingga 2008. Kepala Subdirektorat Kebijakan dan Standardisasi Teknis, Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum hingga 2009. Kepala Bidang Supervisi KPPN dan Kepatuhan Internal, Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo hingga 2013 dan kemudian menjadi PLT. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo di tahun 2013. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Prov Sumatera Selatan hingga 2015, dan Direktur Sistem Perbendaharaan hingga 2018. Setelah periode tersebut, Pemegang Saham BUMN mempercayai beliau untuk juga menjadi Komisaris PT Barata Indonesia (Persero) guna memberikan masukan & pengawasan atas kinerja PT Barata Indonesia (Persero) dari tahun 2018 hingga sekarang.