- 7 Agustus 2025
- Posted by:dimas
- Category:CSR/PKBL, Kegiatan, News

PT Barata Indonesia (Persero) menerima site visit dari perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia ( 7/8). Kunjungan tersebut dalam rangka peninjauan fasilitas manufaktur milik perusahaan, khususnya worskhop- workshop utama Barata Indonesia yang terletak di kantor pusat, Gresik .
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan manufaktur nasional serta mendorong kemandirian industri dalam menghadapi tantangan global.
Dalam lawatan tersebut, tim dari KSP yakni Nurwahidi, Tenaga Ahli Utama Deputi II Kantor Staf Presiden, Kartika Estu Linuwih, Tenaga Ahli Muda Kantor Staf Presiden, Nathanael Zefanya Heindri, Tenaga Terampil Kantor Staf Presiden, meninjau secara langsung proses produksi dan fasilitas utama yang dimiliki Barata Indonesia, mulai dari worshkop foundry hingga fasilitas yang dimiliki oleh Divisi Industri dan Komponen.
Sebagai salah satu BUMN strategis di sektor manufaktur, Barata Indonesia menunjukkan kesiapan dan kapasitasnya dalam mendukung kebutuhan dalam negeri, termasuk proyek-proyek nasional yang membutuhkan peralatan berteknologi tinggi dan berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.
Tenaga Ahli Utama Deputi II Kantor Staf Presiden, Nurwahidi menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan industri manufaktur lokal dalam menopang program ketahanan energi nasional. Pemerintah memandang perlu adanya keberpihakan terhadap perusahaan-perusahaan lokal seperti Barata Indonesia agar mampu bersaing, tumbuh, dan menjadi tulang punggung industri nasional di tengah tekanan global, termasuk ancaman membanjirnya produk impor ke pasar domestik.
Barata Indonesia sendiri memenuhi beberapa kriteria penting dalam mendukung program pemerintah, di antaranya adalah kemampuan teknis, sertifikasi, serta implementasi TKDN dalam produk dan proyek yang dikerjakan. Dalam kesempatan tersebut, KSP juga mendorong agar Barata Indonesia terus meningkatkan kolaborasi dengan stakeholder strategis dan memperluas pasar, baik domestik maupun ekspor.
Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan industri manufaktur nasional dapat semakin erat dalam rangka membangun kemandirian bangsa di sektor industri, khususnya energi. Barata Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusinya sebagai garda depan manufaktur nasional yang berdaya saing tinggi dan mendukung pembangunan berkelanjutan.


