PT Barata Indonesia (Persero) dan PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK) memperkuat sinergi di bidang industri manufaktur melalui penandatanganan Perjanjian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Billet Spring Steel Grade SUP-9 serta Supply Foundry Material ( 11/9) . Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mendorong pengembangan material baja yang selama ini masih bergantung pada pasokan impor.

Kebutuhan Billet SUP-9 untuk industri manufaktur, khususnya otomotif, terus meningkat seiring berkembangnya kebutuhan berbagai produk dan komponen berbahan baja. Di sisi lain, ketersediaan Billet SUP-9 di dalam negeri masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menjaga kontinuitas pasokan sekaligus mendukung efisiensi dan kualitas produksi industri nasional.

Melalui kerja sama ini, PT Krakatau Baja Konstruksi berperan dalam menyediakan bahan baku berupa scrap baja sebagai material utama dalam proses pengembangan. Sementara itu, PT Barata Indonesia (Persero) akan melaksanakan proses penelitian dan pengembangan, casting atau pengecoran, quality control, evaluasi hasil trial, serta pengembangan dan penyempurnaan parameter proses untuk menghasilkan Billet Grade SUP-9 yang sesuai dengan kebutuhan.

Pengembangan Billet SUP-9 secara lokal diharapkan dapat mengoptimalkan kapabilitas fasilitas Foundry PT Barata Indonesia yang memiliki kapasitas produksi hingga 15.000 ton per tahun. Selain memanfaatkan bahan baku scrap, inisiatif ini juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pengadaan material, memperkuat kontinuitas pasokan, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Kerja sama ini sekaligus menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan dalam memperkuat ekosistem industri baja dan manufaktur nasional. Melalui sinergi kemampuan, teknologi, dan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak, pengembanga



Tinggalkan Balasan