PT Barata Indonesia (Persero) terus memperkuat perannya sebagai perusahaan manufaktur nasional yang memiliki kapabilitas dalam memproduksi komponen pembangkit listrik untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar global. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT PLN Indonesia Power Services dengan Technofit Sdn Bhd serta PT Barata Indonesia (Persero) untuk pengembangan pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) Kamis di ICE, BSD City, bertepatan dengan acara Electricity Connection 2026 ( 24/9).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur PT Barata Indonesia (Persero) Bapak Hertyoso Nursasongko, Group Managing Director Technofit Sdn Bhd, Mr. Datuk Mohd Izuddin bin Mohd Ilias, dan Direktur Utama PT PLN Indonesia Power Services, Bapak Hari Cahyono. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan kemampuan manufaktur Barata Indonesia dengan pengalaman PLN Indonesia Power Services di bidang layanan pembangkit serta dukungan teknologi dari Technofit Sdn Bhd. Pusat MRO tersebut akan memanfaatkan fasilitas Pabrik Komponen Turbin (PKT) Barata Indonesia di Cilegon sebagai basis pengerjaan dan pengembangan layanan perawatan turbin.

Bagi Barata Indonesia, pengembangan MRO Cilegon merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan kapabilitas manufaktur yang telah dimiliki, khususnya dalam memproduksi dan mengerjakan komponen pembangkit listrik berukuran besar. Kapabilitas tersebut telah didukung oleh pengalaman Perseroan dalam mengerjakan berbagai kebutuhan industri komponen pembangkit serta rekam jejak ekspor komponen pembangkit ke sejumlah negara. Dengan pengalaman manufaktur tersebut, Barata Indonesia tidak hanya memiliki kemampuan dalam menghasilkan komponen pembangkit, tetapi juga dapat mendukung proses perbaikan, rekondisi, hingga overhaul komponen turbin.

Pabrik PKT Cilegon Barata Indonesia, memiliki sejumlah fasilitas manufaktur untuk pengerjaan komponen berukuran besar. Kemampuan tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan pusat MRO yang ditargetkan tidak hanya melayani kebutuhan pembangkit di Indonesia, tetapi juga membuka peluang pasar regional, khususnya kawasan ASEAN dan Asia Pasifik. Melalui kolaborasi ini, pekerjaan perawatan dan perbaikan turbin yang membutuhkan kemampuan manufaktur komponen berat diharapkan dapat semakin banyak dikerjakan di dalam negeri.

Pengembangan pusat MRO turbin di Cilegon sekaligus menegaskan komitmen Barata Indonesia dalam meningkatkan daya saing industri manufaktur nasional melalui penguasaan teknologi, penguatan kemampuan sumber daya manusia, dan perluasan pasar. Sinergi bersama PLN Indonesia Power Services dan Technofit Sdn Bhd diharapkan dapat membangun ekosistem layanan komponen turbin yang terintegrasi, sekaligus membuka peluang baru bagi industri dalam negeri untuk berkontribusi dalam rantai pasok komponen pembangkit listrik di tingkat regional. Pusat MRO Cilegon ditargetkan mulai beroperasi paling lambat pada 2027 dan diarahkan untuk melayani kebutuhan domestik maupun pasar ekspor.



Tinggalkan Balasan