PT Barata Indonesia (Persero) kembali mencatatkan tonggak penting dalam penyelesaian proyek strategis nasional dengan berhasil melaksanakan commissioning tahap pertama Terminal LPG Pressurized Kupang berkapasitas 2 × 500 metrik ton. Pada tahapan ini, proses penerimaan (receiving)dan penimbunan (storage) LPG di fasilitas Terminal LPG Kupang berhasil dilaksanakan dengan baik sebagai bagian dari pengujian operasional awal sebelum fasilitas beroperasi secara penuh.

Keberhasilan commissioning tahap pertama ini menjadi bukti kesiapan infrastruktur yang dibangun Barata Indonesia dalam mendukung pengoperasian Terminal LPG Pressurized di kawasan Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Seluruh rangkaian pengujian dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan, kualitas, dan keandalan sistem guna memastikan seluruh fasilitas bekerja sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan.

Terminal LPG Pressurized Kupang merupakan proyek milik PT Pertamina (Persero) yang dibangun untuk memperkuat infrastruktur distribusi energi di wilayah Indonesia Timur. Fasilitas ini dilengkapi dengan dua tangki bertekanan (pressurized) yang masing-masing memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 500 metrik ton. Kehadiran terminal ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan LPG, menekan biaya distribusi dan logistik, serta mendukung pemerataan harga energi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Direktur PT Barata Indonesia (Persero), Hertyoso Nursasongko, menyampaikan bahwa sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, pembangunan infrastruktur ini memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya wilayah Kupang dan sekitarnya. Kehadiran proyek ini juga mendukung program pemerintah dalam percepatan konversi energi dari minyak tanah ke LPG guna menyediakan akses energi yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Sebagai perusahaan manufaktur dan EPC nasional, Barata Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan infrastruktur energi yang andal melalui penerapan standar mutu, keselamatan kerja, serta pengelolaan proyek yang profesional. Keberhasilan commissioning tahap pertama ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara Barata Indonesia , Pertamina , serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian proyek.

Selanjutnya, Barata Indonesia akan melanjutkan commissioning tahap II hingga seluruh sistem Terminal LPG Pressurized Kupang dapat beroperasi secara optimal. Perseroan optimistis penyelesaian proyek ini akan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional, memperluas akses energi bersih, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur melalui penyediaan infrastruktur energi yang modern dan berkelanjutan.



Tinggalkan Balasan